Berita BBLK

Wednesday, 27 April 2016 08:38

Wujudkan Indonesia Bebas Malaria

Rate this item
(0 votes)

Hari Malaria Sedunia (HMS) diperingati di seluruh dunia setiap tanggal 25 April setiap tahunnya. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan tanggal penandatanganan Deklarasi Abuja tanggal 25 April  2001 oleh 44 kepala negara yang endemis Malaria. Tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Malaria Sedunia disepakati pada  World Health Assembly (WHA) tanggal 23 Mei 2007 di Genewa yang dihadiri oleh 192 negara anggota WHO.

Tahun ini, peringatan HMS merupakan yang ke-9 sejak pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada 25 April 2008. Peringatan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kebijakan program pencegahan dan pengendalian Malaria, sekaligus menjadi momentum guna menggalang kekuatan dan sumber daya guna mewujudkan Indonesia Bebas Malaria pada tahun 2030.

Hari Malaria Sedunia tahun 2016 memiliki tema global “End Malaria For Good”. Sementara itu,  tema nasionanya adalah “ Bebas Malaria Prestasi Bangsa” dengan  tiga sub-tema, yaitu: 1) tidur pakai kelambu berinsektisida cara tepat cegah MalariA; 2) Penemuan dini dan pengobatan tepat, langkah awal menuju Eliminasi Malaria; serta 3) Bersama warga, menuju desa bebas Malaria.

Puncak Peringatan HMS ke 9 tahun 2016 dilaksanakan di Bengkulu atas inisiatif Gubernur Bengkulu, Dr. H. Ridwan Mukti, M.H, Inisiatif ini merupakan cermin dari komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat Bengkulu untuk mewujudkan Bengkulu Bebas Malaria 2020. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan komitmen serta kesepakatan bersama antara Gubernur dengan Bupati/Walikota untuk bersama Eliminasi Malaria di Bengkulu.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan sertifikat eliminasi Malaria bagi Kabupaten/Kota yang telah Elinimasi Mlaria. Kegiatan selanjutnya adalah penyerahan Buku Juknis Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi secara simbolis kepada perwakilan Mahasiswa Poltekes Kemenkes Bengkulu. Puncaknya adalah Pencanangan Kelambu Massal oleh Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) yang dilanjutkan dengan video conference dengan 4 Provinsi, yakni: Papua Barat (Teluk Bintuni), Sumut (Mandailing Natal), Kalimatan Tengah (Palangkaraya), NTB (Mataram).

Sumber : www.sehatnegeriku.com

Read 2961 times